close
Tips

Maskulinitas Versus Femininitas

vsmasuline

Kita semua sudah tahu dan tidak bisa di pungkiri bahwa salah satu alasan kita berpenampilan adalah untuk orang lain, salah satunya adalah wanita. Jika Anda ingin memikat wanita, tentunya penampilan Anda harus mengakomodir dan mendukung keinginan Anda tersebut. Lalu penampilan seperti apa yang dapat memikat wanita?

Sebenarnya ada konsep sederhana dalam memikat lawan jenis kita wanita, yaitu konsep polaritas. Sama seperti konsep polaritas pada kutub magnet bahwa ada kutub positif dan negatif, dimana kutub negatif selalu tertarik pada kutub positif. Begitu juga pada sistem genetik yang memiliki 2 polaritas yaitu  maskulin dan feminin. Femininitas akan selalu tertarik pada Maskulinitas.

Wanita secara alamiah lebih tertarik kepada pria yang terlihat maskulin.

Tetapi sejak kecil pria di ajarkan bahwa maskulinitas dan style adalah 2 hal yang tidak sinkron, berbeda dengan wanita. Ketika kita ingin berpenampilan menarik, bisa jadi kita justru malah terlihat seperti gay.

If you’re a straight man, you should look like a straight man

Penampilan maskulin Anda harus lebih dominan di bandingkan feminin.
Beruntung jika sejak lahir Anda sudah memiliki bentuk tubuh dan wajah yang termasuk tipe maskulin, Anda dapat memperkuat image maskulin Anda. Tetapi jika sejak lahir Anda memiliki bentuk wajah atau tubuh tipe feminin,  Anda harus menyiasatinya agar terlihat maskulin saat kesan pertama dengan wanita. Paling tidak harus seimbang antara maskulin dan feminin.

Sebelum saya bahas cara mensiasati penampilan Anda agar terlihat lebih maskulin, saya akan membahas terlebih dahulu ciri-ciri bentuk wajah dan tubuh yang termasuk feminin dan maskulin.

Ciri Feminin
Jika saat kesan pertama sepertinya wanita kurang tertarik pada Anda, salah satunya mungkin karena Anda memiliki ciri bentuk tubuh atau wajah feminin.  Misalnya bentuk wajah yang oval, rahang yang tidak persegi, mata dan bulu mata yang indah, kulit yang lembut dan jarang di tumbuhi bulu, atau badan yang kecil dan kurang berotot.

Ya, jika sebagian orang salah mengira bahwa Anda adalah wanita, atau tubuh Anda lebih kecil di bandingkan sebagian besar teman-teman wanita Anda padahal mereka sendiri termasuk langsing, berarti Anda memiliki ciri-ciri fisik feminin. Namun tidak ada yang salah dengan bentuk tubuh dan wajah yang feminin, Anda masih dapat terlihat maskulin saat kesan pertama.

Ciri Maskulin
Para peneliti menyimpulkan beberapa ciri bentuk tubuh dan wajah yang yang termasuk tipe maskulin misalnya tulang rahang yang persegi, dada yang bidang, bahu yang lebar, tubuh yang berotot atau memiliki banyak rambut.

Masculinity = Strength and lots of testosterone

Jika secara fisik Anda lebih cenderung tipe feminin atau ingin memperkuat image maskulin Anda, cobalah beberapa cara berikut:

1. Menumbuhkan Rambut Pada Wajah Anda
Jika Anda memiliki wajah pretty boy , Anda dapat menyiasatinya dengan menumbuhkan kumis, jenggot atau cambang agar terlihat maskulin, atau paling tidak terlihat netral.

Perhatikan foto Leonardo di Caprio di atas, bagaimana dia yang memiliki bentuk wajah feminin tetapi dapat mengubah imagenya menjadi maskulin dengan menumbuhkan kumis dan jenggot.

2. Workout
Jika badan Anda kurus dan kecil, tentu saja Anda harus rajin workout atau nge-gym dan juga memperbaiki gizi untuk meningkatkan massa tubuh Anda. Pria yang bertubuh berotot dan memiliki dada bidang, menurut penelitian memang terlihat lebih menarik bagi wanita.

3.  Mengenakan Pakaian Yang Tepat
Dengan workout memang di butuhkan waktu yang agak lama untuk membentuk tubuh Anda dari yang terlihat feminin menjadi maskulin, meskipun hasilnya permanen. Ada cara instan agar terlihat maskulin, yaitu dengan mengenakan pakaian yang tepat.

Ada beberapa pakaian yang dapat membuat Anda terlihat maskulin seperti setelan jas, blazer, atau leather jacket. Anda juga bisa mencoba style army look, rocker style atau style bikers.

Tetapi hati-hati  terhadap pakaian dengan motif bunga, warna pink dan ungu, cardigan atau V-neck karena dapat memperlihatkan sisi feminin Anda. Tidak masalah mengenakan pakaian tersebut jika bentuk tubuh dan wajah Anda sudah termasuk ciri maskulin karena akan menyeimbangkan penampilan Anda.

Masalahnya, banyak pria yang memiliki bentuk wajah dan tubuh yang feminin namun mengenakan pakaian tersebut sehingga membuat mereka terlihat seperti banci atau gay.

4. Mengenakan Aksesoris Yang Tepat
Mengenakan aksesoris tertentu juga dapat memperkuat polaritas maskulin Anda, misalnya dress boots, gelang kulit, dasi ataupun yang lainnya. Yang perlu di ingat adalah jangan mengenakan aksesoris melebihi teman wanita Anda, juga hati-hati terhadap aksesoris yang berkilau.

Memang, adalah sebuah pilihan apakah Anda ingin tampil maskulin atau feminin. Tetapi jika ingin memikat wanita, yang perlu di ingat adalah polaritas maskulin Anda harus lebih dominan di bandingan feminin.

Kenali bentuk tubuh dan wajah Anda. Jika Anda termasuk ciri feminin, tanyakan pada diri Anda dimana Anda bisa meningkatkan image maskulin Anda. Tetapi jika sejak lahir Anda sudah di berkahi ciri fisik maskulin, Anda masih dapat mengenakan pakaian atau aksesoris feminin selama tidak kehilangan polaritas maskulin Anda secara keseluruhan.

 

-Que-

Que

The author Que

is founder and author of Fashionpria.com . He loves share happiness, likes reading and writing. Que is marketing geek and fashion freak.

14 Comments

  1. “Ketika kita ingin berpenampilan menarik, bisa jadi kita justru malah terlihat seperti gay.”
    hahahahaa.. 😀

    Saya udah nyoba pake cardigan ke kantor, dan tetep bisa terlihat maskulin kok. 🙂

  2. Ini website emang interesting, tapi kenapa harus ada deskriminasi antara straight dan non straight. Kenapa juga selalu mengkomperisasikan fisik.

  3. @RAHMAD & DANI: Maaf jika artikel saya jadi di interpretasikan demikian oleh Anda. Tapi saya menulis artikel ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan seseorang atau golongan. Maksud saya adalah jika Anda atau orang lain termasuk golongan straight, maka saya ingin menshare tipsnya agar orang lain terutama wanita tidak salah persepsi. Anyway thanks masukannya 🙂

  4. maka lebih baik tidak usah mengaitkan maskulinitas/feminitas dengan orientasi seksual. Menurut saya tidak ada hubungan antara keduanya. Gay mencintai sesama jenis, belum tentu feminin. dan di artikel anda, saya merasakan diskriminasi thd pria2 feminin. Thnks

  5. Minta artikel untuk pakaian olahraga
    supaya tetap terlihat ok dan maskulin
    di depan wanita

    karena biasanya saya untuk olahraga
    hanya menggunakan
    kaos dan celana pendek ngasal

  6. min, menurut saya ‘perlakuan’ terhadap kaum minoritas tersurat jelas diatas. mungkin ada baiknya lebih bijak lagi dalam memilih kata untuk posting yang bisa diakses “siapa saja, dimana saja” seperti ini. as my opinian, cowok yang ‘cowok’ sekali takkan baca artikel tentang fashion. every straight person, have their own homosexuality. PEACE!!!

  7. @Aro : Thanks bro masukannya, dan maaf utk semua yg sudah merasa tersinggung. Tp mksd saya sebenarnya bukan utk mendiskriminasi suatu kaum. Cuma ingin share bgmn cara berpenampilan agar orang lain tidak salah persepsi.

    Seperti yg kita semua sudah ketahui, penampilan luar kita seharusnya mencerminkan kepribadian/karakter kita di dalam.

    Tapi ambil sisi baiknya, bukankah artikel ini juga bermanfaat untuk mereka yg mempunyai sisi femin yg ingin menunjukkannya?
    CMIIW

  8. Aku percaya, bahwa tujuan awal pembuatan artikel ini sangat bagus, yaitu untuk menjelaskan tentang fashion kepada pria, dan tentang tipe2nya, yakni maskulin dan feminim..

    It’s just, the way you use some words sounds like you’re trying to stereotype people based on their sexual orientation.. :))
    Saran ya, mungkin lebih baik harus menggunakan istilah2 yg lebih bersahabat..

    After all, thanks for the greT article..
    keep up the great work.. (y)

  9. Menurut saya lebih baik menggunakan bahasa yg lebih halus dan tidak memojokan kaum minoritas, maskulin atau feminim tidak perlu disangkut pautkan dgn orientasi seksual. Belajar utk diposisi oranglain bila membuat artikel tersebut. Tuhan berkati 🙂

Comments are closed.