close
Info

Jika Produk Ramah Lingkungan Banyak Peminat Wanita, Bagaimana Dengan Pria?


Dalam memasarkan suatu produk, bagian marketing harus kerja extra keras. Apalagi jika berbicara mengenai produk wanita, baik itu fashion ataupun kosmetik. Salah satu cara yang dilakukan para penggiat industri fashion adalah menggunakan campaign “Go Green” ataupun produk yang ramah lingkungan (eco-friendly).

Produk-produk yang berbasis eco-friendly sepertinya sangat sukses dikalangan para wanita. Seperti setali dua uang, industri tersebut memanfaatkan peluang ide ini. Industri menempatkan para customer sebagai “pahlawan” karena telah mendukung program go-green dan produk yang ramah lingkungan.

ads-ecofriendly
Salah satu contoh campaign eco-friendly

Tidak hanya dianggap “pahlawan lingkungan”, tetapi juga “pahlawan” penghasil pundi-pundi uang bagi industri tersebut.

Beberapa hal yang mempengaruhi wanita membeli produk ramah lingkungan

Wanita adalah makhluk yang mudah terpengaruh. Hanya karena bisikan teman atau selebaran promo yang ia lihat sekilas, selera bisa tergoda dengan cepat untuk membeli produk begitu saja.

Selain pengaruh dari luar, ada juga hal yang mempengaruhi dari dalam dirinya antara lain:

Baca Juga:  Nike vs Adidas, Manakah yang Mendominasi Olimpiade Rio 2016?

1. Wanita menyukai kebersihan. Seperti yang kita ketahui jika berbicara soal kebersihan, wanita cenderung lebih baik ketimbang pria. Produk yang ramah lingkungan tentunya akan mereka anggap memiliki standar yang sesuai dengan prinsip ramah lingkungan.
2. Suka membeli yang perlu saja. Ya, walaupun tidak jarang kita lihat bahwa wanita suka kalap jika berbelanja, namun terkadang mereka juga suka membelanjakan uang untuk hal-hal yang perlu saja. Hal itu dapat dikategorikan pada prinsip yang ramah lingkungan. Tidak berlebihan pada hal yang kurang penting.
3. Empati terhadap kelangsungan hidup ekosistem. Wanita kebanyakan penyuka binatang. Jika ada produk yang memiliki campaign save our bla.. bla .. bla, tentunya emosi wanita akan tergerak. Terpengaruh untuk membeli produk tersebut. Menganggap produk tersebut tidak berbahaya dan ramah terhadap lingkungan serta ekosistem sekitar.

Pria kurang minat terhadap produk ramah lingkungan karena dianggap kurang “Manly”

Beberapa produk eco-friendly kurang diminati, kecuali hal itu berupa mobil listrik mewah atau smartwatch ramah lingkungan. Menurut hasil studi penelitian di Amerika, beberapa produk yang mengandung hal berbau ramah lingkungan dianggap “kurang cowok banget”

Baca Juga:  Nike vs Adidas, Manakah yang Mendominasi Olimpiade Rio 2016?

Pada penelitian lain juga mengungkapkan bahwa pria lebih cenderung memilih produk yang berbau petualangan dan alam liar.

Contoh kasus penelitian:

Para peneliti melakukan percobaan dengan membuka sebuah bazar amal. Satu stand amal bertema “Friend of Nature” dengan logo bernuansa hijau. Sedangkan background dibuat pemandangan hutan dan pepohonan.

Pada stand amal satunya lagi, tema dibuat tentang “Fun for wilderness” dimana logo dan nuansa gambar adalah seekor serigala.

men-adventure-wild-3-style-fashion
Sifat dasar pria adalah maskulin. Liar, berpetualang dan pencari tantangan

Hasilnya adalah, para wanita cenderung memilih stand “friend of nature” sedangkan para pria memilih stand amal “Fun for wilderness”

Strategi branding agar produk ramah lingkungan makin diminati pria

Dari hasil percobaan penelitian diatas tadi dapat dipetik satu hal penting, yaitu pria cenderung memilih produk sesuai sifat dasarrnya, yaitu sifat maskulinitas yang ada di dalam dirinya. Sifat liar, berpetualang, pencari tantangan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari pria.

Baca Juga:  Nike vs Adidas, Manakah yang Mendominasi Olimpiade Rio 2016?

Hasil studi lainnya yang dilakukan oleh University of Notre Dame adalah bahwa produk ramah lingkungan dapat diaplikasikan pada pria dengan cara memasukkan unsur maskulinitas di dalamnya.

Baik itu dari segi packaging, advertising, campaign dan hal detil lainnya. Jika perlu, jenis huruf pada tulisan produk juga harus yang cowok banget. Kemudian pada produk itu ditulis statement yang “nyetrik”, misalnya “Hanya untuk cowok yang bernyali!”

go green eco-friendly grooming kit tools
Unsur maskulinitas perlu agar sukses promosi produk eco-friendly,

Produk harus mengedepankan unsur maskulinitas terlebih dahulu, barulah unsur ramah lingkungan mengikuti dibelakangnya.

Tertarik dengan tips branding diatas? Jika anda seorang pengusaha yang sedang bingung membuat produk, silahkan buat produk ramah lingkungan dengan tips dari penelitan di atas. Selamat mencoba!

Tags : brandeco friendlygo greenmerek
Vanessa

The author Vanessa

Netizen | Time waster | Chocolate lover ~ Contributor of Fashionpria.com

Leave a Response